Seorang mukmin diminta mensyukuri
QS 5/12 Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Alah berfirman : “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu Bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai. Maka barang siapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus”.
Rasullah Muhammad mencontoh Ibrahim dengan jalan yang lurus yaitu Dien yang benar, agar tidak kembali menjadi orang musyrik. Dengan makna hanyalah dari Allah pemahaman ini diberikan bukan dari ilah (Tuhan) yang lain, selama masih ada ilah lain didalam qolbu nikmat bersyukurnya tidaklah menghujam kedalam qolbu (dibuktikan dalam aktifitas berbaromij).
S 6/161 Katakanlah : “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Allah kepada jalan yang lurus, (yaitu) Dien yang benar; Dien Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”.
QS 6/165 Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Allahmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Lihatlah didalam diri masing-masing Roin apakah masih memiliki seperti :
Aturan/hukum Allah dengan aturan/hukum pribadi (musyrik kecil)
Masih punya cita-cita lain
QS 59/18 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS 24/51 Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul mengukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung..
Sikap Orang Agamis Terhadap Ibadah bahwa tidak perlu disaksikan …!
Ibadah harus disaksikan, tidak dengan prasangka pribadi atau penilaian seseorang
(subyektif) dan juga tidak dengan prasangka orang banyak (obyektif).
QS 9/105 Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah). Yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
Bukti ibadah yang ditafsirkan oleh orang agamis, kecuali hanya ganjaran api neraka saja.
QS 11/15-16 Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.
Merupakan suatu ketetapan Allah dan Rasul bilamana seorang mu’min menjalankan ibadah dengan mengabdi total kepada-Nya, yang diartikan beribadah harus dengan cara/system yang telah ditetapkan , bila tidak dengan ketetapan-Nya aka tersesat.
Ketetapan Allah (Sunnatulah)
QS 3/83 Maka apakah mereka mencari Diin yang lain dari Diin Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa da hanya kepada Allahlah mereka dkembalikan.
Ketetapan Rasul (Sunnah Rasul)
QS 33/36 Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
QS 33/38 Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.
Dengan mengimani ketetapan-ketetapan Allah dan Rasul berarti mengaqidahi Visi dan Misinya, walaupun dalam kondisi ghaib namun dituntun dengan cahaya (Nur) yaitu pemahaman. Pemahaman yang dimaksud adalah melihat kondisi Dien Islam dalam keadaan terpuruk, dengan pengertian seorang muslim dituntut untuk berilmu, tidak sekedar ikut-ikutan (QS 17/36, 2/170).
Keberislaman sebahagian besar umat Islam ternyata belum mampu membuahkan rahmatan lil ‘alamin. (QS 21/107).
Banyak fakta dihadapan mata dan bahkan dapat dirasakan dalam qolbu kita, musibah dan bencana datang silih berganti, menandakan azab Allah telah menimpa kita akibat dilalaikanya ajaran Allah SWT yang terkandung didalam Al’quran dan contoh yang diberikan oleh para Rasul utamanya Rasullah Muhammad SAW. (QS 8/33)
Mari disimak ajaran Rasullah yang telah disalah persepsikan oleh sebagian umatnya, sbb:
QS 23/51-56 Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang soleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Sesungguhnya (Dien Tauhid) ini, adalah dien kamu semua, dien yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.
Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan dien mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa).
Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka ? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.
Nikmati pemahaman yang diberikan dengan mengikuti perjalanan Rasullah melalui Mushaff Al-Qur’an untuk menegakkan dien islam (Anaqimuddin). Diartikan mau memahami kebenaran mutlak (QS 2/147) agar kita dapat kembali kepada Allah melalui Shirathal Mustaqim (QS 1/6). Namun bilamana diperjalanan ajal mendahului, janah ganjarannya (QS 4/100).
Tuesday, June 19, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment